Jumat, 08 Agustus 2014

Yup! You're just a memory


Seharusnya kita saling menanyakan kabar..
Seharusnya bukan situasi dingin seperti kemarin..
Setidaknya sapaan yang kudapati, setelah sekian lama, jarak seperti ingin memisahkan..

Kau bukan lagi seperti yang kukenal, menanyakan kesana-kemari apa gerangan yang terjadi, kesalahan apa yang sampai hati menghukumku seperti ini?
Kembali memutar waktu, seharusnya kau tidak perlu mengetahuinya..
Tidak! Aku tidak menyalahkan waktu yang begitu cepat..
Aku tidak menyesal karena meluapkan semua perasaanku dulu..
Mengerti saat labilku adalah hal terlucu..

Lihat itu? Senja menyisahkan parut wajahmu diawan..
Sedetik lebih cepat, lalu lekukan wajahmu mengilang entah kemana..
Kepada indahnya virga aku berharap, tidak ada lagi rasa kecewa dihati sepertiku, entah siapapun itu..

Tidak ada pelampiasan kepada siapapun, kumohon jangan mengacaukan hati seseorang..
Hati tentu seharusnya punya pemilik..
Jika pemilik itu telah dipilih untuk merawat dan menjaganya, mengapa kau siakan?

Jangan biarkan aku mengacau hati yang tak berdosa itu jauh lebih lama, karena aku tak dapat menyusun seperti semula hati yang kubiarkan mengaga lukanya..

Mengapa waktu sampai hati menghukumku?
Mengapa kau terlalu lama berdiam dihatiku, emggan bergerak sedetikpun?

Tanpa mengemis pada waktu, agar aku dapat memperbaiki keadaan..
Aku pikir, dengan kau berdiam disana, itu tidak lebih buruk..
Jangan ceritakan kepada teman hidupku jika kau yang menguasai setiap bilik hatiku..

Tetaplah seperti itu, jika tidak? Mungkin akan sulit bagiku untuk melangkah, menjauh darimu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar