Jumat, 08 Agustus 2014

Memoar masa lalumu


Cerita ini diambil dari kisah salah seorang sahabat semasa SMK

Aku ingin bertanya sesuatu padamu?
Ya, tentang cinta.
Tentang bagaimana perasaanmu saat jatuh cinta pertama kali? Masihkah kau ingat?
Seperti apa paras yang mampu memikat relungmu?
Duduklah disampingku, siang ini kita habiskan untuk memoar masa lalumu..

Aku mengerti perlawananmu akan kerasnya hatimu..
Bagaimana sulitnya menahan debaran jantung saat bersinggungan dengannya..

Berkali-kali kau rutuki dirimu..
Betapa inginnya kau selalu bersamanya..
Meski tak sedekat yang mereka pikirkan..
Hanya saja nyalimu tak sekeras hatimu..

Yang kutahu, cinta itu tudak melulu akan pesona fisik..
Yang kutahu cinta itu kekuatan saling mendoakan, agar kelak bersama dalam ikatan auci..
Yang kutahu cintamu tidak seperti kisahku, tersiksa oleh sebuah kepastian, entah kepastian seperti apa yang kuharapkan..

Hingga detik ini, apa yang membuat kau mampu bertahan? Ceritakanlah..
Semakin kau menghindar, semakin kuyakin kerasnya pertahananmu..

Mari ikuti aku! Tataplah awan itu, sedikit berandai-andai..
Andaikan kita hidup dizaman kuno yang melulu akan kisah romantic..
Mungkin kisahmu adalah salah satu yang tersohor, namun tak sampai hati untuk mendongengkannya..

Berubahkah cerita hidupmu saat cinta pertama?
Masihkah kau berada dijalan yang sama dengannya?
Meski harus berada dibelakang bayangnya?

Jika kubuatkan sebuah novel untuk kisah kalian..
Akankah tuntas kisahnya, epilognya ada pada kalian..
Sampai detik ini, hingga usang lembaran itu, apa kalian tak akan menuntaskannya?
Lihat aku, lihat!
Aku tidak sebaik kisah kalian..

Smapai pada akhirnya..
Aku, coffe latte, buku yang usang, dan shall  yang menghangatkanku melihat kalian..
Menatap kalian berjalan bersamaan dengan rintik hujan..
Ya.. Semua telah usai, akhir cerita yang kalian akhiri dengan sendirinya..
Melangkah pasti saat kutahu diantara jemari itu ada sebuah novel..
Ya kisah kalian, tentu tak perlu lagi kalian beritahu akhirnya..
Ya aku tahu, tentu aku tahu..

:).

Yup! You're just a memory


Seharusnya kita saling menanyakan kabar..
Seharusnya bukan situasi dingin seperti kemarin..
Setidaknya sapaan yang kudapati, setelah sekian lama, jarak seperti ingin memisahkan..

Kau bukan lagi seperti yang kukenal, menanyakan kesana-kemari apa gerangan yang terjadi, kesalahan apa yang sampai hati menghukumku seperti ini?
Kembali memutar waktu, seharusnya kau tidak perlu mengetahuinya..
Tidak! Aku tidak menyalahkan waktu yang begitu cepat..
Aku tidak menyesal karena meluapkan semua perasaanku dulu..
Mengerti saat labilku adalah hal terlucu..

Lihat itu? Senja menyisahkan parut wajahmu diawan..
Sedetik lebih cepat, lalu lekukan wajahmu mengilang entah kemana..
Kepada indahnya virga aku berharap, tidak ada lagi rasa kecewa dihati sepertiku, entah siapapun itu..

Tidak ada pelampiasan kepada siapapun, kumohon jangan mengacaukan hati seseorang..
Hati tentu seharusnya punya pemilik..
Jika pemilik itu telah dipilih untuk merawat dan menjaganya, mengapa kau siakan?

Jangan biarkan aku mengacau hati yang tak berdosa itu jauh lebih lama, karena aku tak dapat menyusun seperti semula hati yang kubiarkan mengaga lukanya..

Mengapa waktu sampai hati menghukumku?
Mengapa kau terlalu lama berdiam dihatiku, emggan bergerak sedetikpun?

Tanpa mengemis pada waktu, agar aku dapat memperbaiki keadaan..
Aku pikir, dengan kau berdiam disana, itu tidak lebih buruk..
Jangan ceritakan kepada teman hidupku jika kau yang menguasai setiap bilik hatiku..

Tetaplah seperti itu, jika tidak? Mungkin akan sulit bagiku untuk melangkah, menjauh darimu..